Kamis, 30 Agustus 2018

RESENSI BUKU "Melawan Kekerasan Tanpa Kekerasan" oleh Alifah Nur A


RESENSI BUKU




Judul                 : Melawan Kekerasan tanpa Kekerasan
Pengarang       : Khisbiyah,Yayah
               Suryo, Djoko
Edisi                  : Cetakan Pertama
GMD                  : Buku Teks
Bahasa              : Indonesia
Penerbit            : Pustaka Pelajar
Tahun Terbit    : 2000
Tempat Terbit : Yogyakarta
Deskripsi Fisik : xvi, 254 hal.; 21 cm.
ISBN                   : 979-9289-92-0

      Orang cenderung bertindak dengan kekerasan adalah sebuah masalah psikologi. “Budaya kekerasan” sudah merupakan kenyataan dalam kehidupan bangsa Indonesia. Setiap gesekan atau konflik depat berakhir dengan pembunuhan atau perkelahian masal. Hampir disetiap tempat dapat terjadi kekerasan. Terdapat emoat faktor yang membuat masyarakat bertindak kekerasan, yaitu transformasi dalam masyarakat, akumulasi kebencian dalam masyarakat, masyarakat yang sakit, dan orde baru sebagai sistem institusional kekerasan.                                                                   Sebagai jalan keluar, wacana anti kekerasan sebagai sebuah kesadaran dan sikap hidup juga harus disebarluaskan kepada masyarakat. Usaha ini dijalankan di semua level yang terkena. Misal saja hasutan antar agama, penceriteraan horror stories, generalisasi kejadian-kejadian terisolasi perlu berhenti. Perubahan sikap dalam panutan masyarakat, khususnya masyarakat, agama, disini diperlukan. Pola pendidikan yang inklusif adalah variabel yang tak kalah penting. Yaitu pendidikan yang mengajak anak bersikap positif terhadap fenomena kemajemukan.                             Demokrasi adalah bentuk kenegeraan yang paling memungkinkan untuk mengelola konflik secara wajar. Syarat yang paling dasar yang harus diwujudkan adalah keadilan. Karena ketidakadilanlah yang terbukti telah meracuni hati orang. Kemampuan untuk hidup positif dala masyarakat pluralis merupakan kemampuan yang amat diperlukan. Tetapi agama-agama pun wajib untuk mengembangkan positive thinking, memancarkan kebaikan dan bukan keberingasan. Generasi muda diharpkan menjadi pionir untuk mendrobak sikap-sikap keras tertutup yang lama. Merekalah yang harus merealisasikan kehidupan bersama yang demokratis, adil, dan beradab. Dengan adanya buku ini, nilai-nilai perdamaian dan anti kekerasan diharapkan akan tersebar secara luas dan di tengah-tengah masyarakat.

Kekurangan buku :
-        -  Cover buku kurang menarik terlalu sederhana.
-        -  Bahasa yang digunaka kurang efektif.
-        - Terdapat beberapa kata yang perlu diralat karena tidak sesuai dengan kaidah EYD.
-        -  Beberapa tulisan berbelit-belit sehingga cukup sukar dipahami.
-        -  Buku ini merupakan cetakan pertama, sehingga masih terdapat berbagai kekeliruan dalam penulisan.
-        -  Buku sudah jarang ditemui, dan jarang dilirik masyarakat umum .

Kelebihan buku :
-         - Isi buku sangat berbobot dan mampu merangkum masalah secara kompleks dalam satu buku.
-         - Dapat dijadikan referensi yang sangat membantu dalam berbagai penyelesaian masalah kekerasan.
-         - Mengangkat beberapa fakta yang ada untuk diulas secara mendalam.
-         - Urutan isi buku tertata rapih, sehingga memudahkan pembaca dalam menelaah.
-         - Ulasan dalam buku sangat mendalam.

Buku ini sangat layak untuk dibaca sebagai sumber literasi yang cukup lengkap dan mendalam mengenai masalah kekerasan dan berbagai hal-hal yang mengikutinya. Untuk membaca buku ini dapat kunjungi http://library.uny.ac.id/sirkulasi/index.php?p=show_details&id=20310&keywords=melawan+kekerasan+tanpa+kekerasan

uny.ac.id